top of page

Gaya Desain Interior : Transitional


Sumber : Sisoje/istock, realtor.com


Artikel ini merupakan salah satu bagian dari 20 seri artikel pada Deluxe Interiors : 20 Trending Interior Design Styles in 2021, yang merupakan sebuah kategori khusus pada blog Deluxe Interiors yang membahas tentang gaya-gaya desain interior yang sedang populer. Untuk membaca artikel tentang gaya desain interior lainnya dan artikel lain seputar desain interior, silakan kunjungi blog kami di www.deluxe-id.com/deluxe-interiors-blog .


Tema Desain

Desain Modern dan Desain Traditional adalah dua gaya desain yang banyak peminatnya di Indonesia. Uniknya, kedua desain ini sungguh-sungguh berbanding terbalik. Dimana Desain


Modern fokus untuk menciptakan desain yang simple dan fungsional, sedangkan Desain Traditional justru memperbanyak motif, aksen, dan corak, memberikan keleluasaan untuk memperkuat detail-detail khusus. Masing-masing sama bagusnya dan memiliki nilai estetika tersendiri, hanya tergantung peminatnya saja.


Jika anda menyukai kedua gaya desain tersebut, mungkin Desain Transitional adalah pilihan yang tepat untuk anda. Desain Transitional mengkombinasikan elemen dari Desing Modern dan Desain Traditional. Dengan mengaplikasikan Desain Transitional pada ruangan, anda mendapatkan desain yang simple namun penuh warna dan bernuansa ’ceria’. Anda tetap dapat memiliki desain yang modern dengan sentuhan klasik, sehingga ruangan tidak terasa terlalu kuno atau pun terlalu futuristik, melainkan terasa seperti zaman sekarang, istilahnya; kekinian.


Furniture

Tujuannya adalah untuk menciptakan kesan mewah tetapi tetap hangat dan artistik. Jika pada Desain Modern kebanyakan furniture bentuknya minimalis dan mengambil ‘garis lurus’ atau kaku, pada Desain Transitional desain furniture adalah kombinasi antara bentuk garis lurus dengan lengkungan, sehingga terkesan lebih luwes tetapi tetap simple. Material alami seperti kayu dan batu sangat sesuai untuk Desain Transitional. Bentuk-bentuk furniture dapat dibuat lebih progresif dengan detail motif, ukiran, dan lis.


Pilihan lantai juga cukup bervariasi, mulai dari keramik, marmer, kayu, karpet, hampir semua jenis lantai dapat diaplikasikan pada Desain Transitional. Tinggal diseimbangkan saja antara material furniture dengan jenis lantai. Misalnya, lantai kayu maka furniture material kulit atau kain lebih mendominasi


Aksen Khusus

Warna yang dipilih untuk Desain Transitional cenderung lebih kalem. Pilihan warna bisa cukup bervariasi, sekitar 4-5 warna. Namun perlu diperhatikan bahwa warna-warna yang dipilih lebih baik tidak terlalu kontras dan cenderung senada. Hal ini memang membuat warna-warna kelabu lebih mendominasi ruangan. Maka itu peranan pencahayaan natural cukup penting agar suasana ruangan tidak terasa ‘sedih’, namun terasa lebih teduh dan rileks. Gunakan jendela yang tinggi-tinggi, karena selain memberi kesan megah, juga memudahkan sinar matahari untuk masuk dan mneyebar ke setiap sudut ruangan.


Deluxe Interiors didirikan atas keinginan untuk menghasilkan karya seni dan terinspirasi untuk menciptakan kenyamanan pada suatu hunian. Kepuasan anda atas hasil kerja kami memotivasi kami untuk terus berkembang dan selalu memberikan yang terbaik.


Temukan pembahasan tentang berbagai gaya interior desain unik lainnya di https://www.deluxe-id.com/deluxe-interiors-blog . Untuk konsultasi seputar desain interior dan custom furniture serta informasi lebih lanjut mengenai artikel ini, silakan kunjungi kantor dan show room kami, Deluxe Interiors | Interior Design & Custom Furniture , Silkwood Residence, Alam Sutera, Serpong Utara, Tangerang Selatan, atau kunjungi website kami di www.deluxe-id.com .

30 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua
bottom of page